Wind Bring’s You To Me
©dyn_amity
.
.
Cast
:
Kim
Mingyu X Jeon Wonwoo
And
Other
Rated
: T
Chaptered
?
One
Shot ?
.
Disclaimer
: Ini cerita saya, jadi harap maklum karena ini sebagian dari imajinasi saya
yang saya harap bisa menginspirasi kalian juga untuk membuat cerita yang lebih
bagus dari ini. Cast milik Ortu & Tuhan YME. Dan cerita ini milik saya.
Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, atau cerita // jiahh kayak sinetron aja\\.
Sekali lagi saya tekankan ini adalah bagian dari imajinasi saya.
Genre
: BLB | BoysXBoys | Yaoi | Bromance |
Warning
: Don’t be a Plagiat. Hargai karya rekan sendiri jangan menusuknya dari
belakang. Ingat loh kalau didunia ini ada hukum karma. Saling supportlah yang
cita-citanya jadi penulis atau apalah yang berhubungan dengan dunia tulis
menulis.
.
100%
MINE!
.
Hembusan angin itu
berhasil menyapa kulit halus pemuda bersurai hitam itu. Ia kini tengah
berbaring diatas padang rumput yang sangat luas, yang disekitarnya dikelilingi
ilalang-ilalang yang tengah bergoyang mengikuti arahan angin berlalu. Pemuda itu
memejamkan matanya untuk beberapa saat lalu menghembuskan nafas pelan sambil
menatap langit yang sebentar lagi menurunkan butiran beningnya. Angin berangsur-angsur
menjadi lebih kuat menghantam wajah tampan pemuda itu, dan pemuda itu tetap
pada posisinya tak bergeming dari tempat tak mempedulikan keadaan langit yang
sudah siap akan menyerangnya.
“Wonwoo Hyung, ayo kita
pulang sudah mau hujan” suara lirih itu
langsung membuat Wonwoo – nama pemuda itu, segera bangun untuk memastikan asal
suara itu berasal, tapi nyatanya tak ada yang memanggilnya. Yang ada hanya
buliran bening yang jatuh satu per satu kepermukaan bumi, pertanda langit sudah
tidak tahan lagi untuk menumpahkan beban.
.
.
“Saat
kau tak tahu harus kemana, ikuti saja arah angin yang berhembus. Meskipun kau
tidak tahu angin itu membawa kepada kebahagiaan atau pun sebaliknya”
.
.
“Kau tahu ini adalah
proyek besar yang membutuhkan tenaga dan pikiran yang besar!. Kalau kau seperti
ini terus aku tidak yakin kau bisa menyelesaikannya tepat waktu.” Ujar pemuda
berdarah campuran tersebut kepada Wonwoo.
“Iya... Aku tahu, aku
akan bekerja keras untuk itu, jadi jangan khawatir aku hanya sedang ...” Jawab
Wonwoo lemas dengan menggantung kalimat di akhirnya.
“Sedang apa ?” tanya Joshua
– pemuda berdarah campuran tersebut, sembari membenarkan duduknya dengan tangan
dilipat di depan dada.
“Ah, tidak, bukan apa –
apa kok, ya sudah kalau begitu aku harus menyambung pekerjaanku lagi ” jawab
Wonwoo gelagapan, sembari meninggalkan ruangan Joshua.
.
.
Bangku taman yang
tadinya biasa saja, kini berubah menjadi sangat indah ketika seorang pemuda
bersurai coklat itu mendudukinya. Setelah mendudukan diri di bangku itu, pemuda
yang bername tag – Kim Mingyu – itu terlihat lesu, wajah tampannya tidak
terlihat terang melebihi matahari siang ,bahkan lebih suram dari seorang yang
akan habis masa hidupnya ketika didatangi oleh Malaikat pencabut nyawa.
“Kenapa aku berada
disini, harusnya aku bersama dia” Ucap Mingyu, entah kepada siapa yang ada
hanya kicauan burung yang bersahutan mengelilingi taman kota itu.
Sudah dua tahun pemuda
itu menghabiskan masa SMA nya di London. Bukan keinginan dia sendiri untuk
bersekolah disini. Ini karena orang tuanya yang punya bisnis di luar negeri
jadi dia harus mengikuti orang tuanya kemanapun. Mingyu sebenarnya menolak
karena dia tak ingin pindah, tetapi mereka - orang tua Mingyu tetap bersikeras
membawa Mingyu bersama mereka. Kata
mereka kalau dia – Mingyu sudah lulus tingkat akhir Sekolah menegah mereka akan
mulai melepas untuk mencari jati dirinya, baru mereka bisa percaya untuk
melepas Mingyu – nya .
Mingyu terkekeh kecil
saat membayangkan dia akan kembali ke Korea. Kembali kerumah masa kecilnya dan
bertemu dengan teman dan sahabat, dan tak lupa seseorang yang special, ah tidak
bahkan sangat Special.
“ Sabar Mingyu satu
tahun lagi.” Ujar Mingyu (lagi) entah pada siapa, yang jelas dia seperti
menenangkan dirinya sendiri agar tidak perang dengan batinnya.
.
.
Padang ilalang itu
seakan menjadi tempat favorit Wonwoo. Dia sering sekali mengunjungi tempat ini,
entah untuk apa dia kesini, sendirian pula. Mungkin dia sedang menenagkan diri
dari rutinitas kesehariannya.
Ya, bisa dibilang itu
membosankan. Iya bahkan sangat membosankan, bagaimana tidak dia harus bekerja
keras setelah lulus dari sekolah menengah dan langsung bekerja di perusahaan
besar. Bukan apa-apa dia langsung diterima disana, ini karena kepintaran otak
Wonwoo yang melebihi orang jenius sekalipun. Dan dia pun harus meneruskan
pendidikan di Universitas Negeri terpandang disana. Bayangkan pendidikan dan
bekerja secara bersamaan, mungkin menurut orang lain itu sangat menguntungkan
tapi tidak begi Wonwoo. Bukannya Wonwoo tidak bersyukur karena itu, melainkan
ada hal lain yang mengganjal perasaannya. Dia butuh seseorang yang
menyemangatinya untuk mejalani kehidupannya dengan tenang. Kedua orang tua
Wonwoo?. Mereka sudah ...? Kalian pasti mengerti. Sejak Sekolah menengah
pertama dia sudah berstatus anak Yatim Piatu. Dan itu membuatnya harus menerima
kenyataan bahwa untuk kedepannya dia akan hidup sendiri. Mungkin?.
Tapi apa yang
dibayangkan Wonwoo ternyata tidak sepenuhnya benar. Dia akhirnya mempunyai
teman walaupun temannya itu hobae di sekolahnya. Hobae yang sangat ramah dan
baik. Dia memiliki gigi runcing yang lucu, dan kulit tan yang khas. Pandangan
matanya selalu membuat setiap orang terkesima hanya dengan sekali lirik. Bahkan
Wonwoo pun dibuat terpesona olehnya. Terpesona?.
Ya! Apa yang kau
pikirkan Wonwoo?.
Dia termasuk keluarga
yang mampu, berbeda sekali kan dengan Wonwoo.
Setiap pertemuan pasti
ada perpisahan bukan. Ternyata rencana Tuhan itu tidak ada yang menduga.
“Aku akan pindah” tutur
si hobae kepada Wonwoo.
“Apa?” Wonwoo terkejut
mendengar penuturan hobaenya tersebut.
“Aku tidak akan lama,
kau hanya perlu menungguku.”
Wonwoo hanya bisa
membeku saat hobae itu memeluknya dengan hangat.
“Datanglah ketempat ini
setiap kali kau merindukanku maka angin yang berhembuslah yang menjadi jawaban
bahwa aku juga merindukanmu” Ujar sang hobae sembari menangkup wajah Wonwoo
agar melihat kearahnya. Tanpa aba-aba cairan bening deras itu berhasil
meloloskan dirinya dari bendungan mata Wonwoo.
“Bersediakah kau menungguku?”
Dan Wonwoo hanya
mengangguk sebagai jawaban bahwa dia akan menunggu sang hobae kembali.
Sang hobae menghapus
jejak air mata itu dari kulit putih Wonwoo, secara perlahan isak tangis Wonwoo
itu tidak terdengar lagi.
Pertemuan bibir itu
menjadi tanda perpisahan diantara keduanya. Ciuman yang menandakan bahwa
kenangan ini takan terlupakan bagi keduanya.
.
.
Wonwoo tersenyum getir
ketika kejadian itu terulang kembali. Rasanya seperti kau mendapatkan lotre
tapi sayang undiannya itu sudah selesai karena kau datang terlambat.
“Aku merindukanmu “
Bohong! Kau tidak
merindukan ku kan? Buktinya angin tak berhembus sesuai yang kau katakan. Yang
ada hanya langit yang berubah rautnya menjadi gelap. Apa kau tak merindukan ku
?.
*Last ...
OR
*TBC ...
~Mind To Review~
//Menerima kritikan dan
saran loh, jadi jangan segan-segan. Tapi dimohon dengan sangat berikan kritikan
& saran yang membangun yah. Soalnya saya baru dalam bidang ini.\\
AN: ini FF Meanie saya
yang pertama loh //kagak nanya\\ bayangkan saya membuat ini dengan segenap hati
saya. Oh iya saya juga Meanie Shipper
loh ada yang sama saya //kagak ada ya udin | Gone \\ Sebenarnya sudah ada banyak
bayangan untuk membuat seperti ini. Tapi saat saya menghadapi Laptop //ceileh\\
entah kenapa ilham yang tadi banyak mengelilingi pikiran saya akhirnya minggat
entah kemana. Sekian dari saya, itu hanya sebagian dari unek-unek saya kalaupun
saya tulis semuanya, ini akan melebihi FF nya.
Sekian
Review
akan sangat membantu J
Sunday,17’01’01
Tidak ada komentar:
Posting Komentar