Sabtu, 04 Maret 2017

~If You~


Teuku Rassya 
Sukma Elisa 
Verrel Bramasya
And Other

Hari ini kepindahan ku ke Jakarta. Untuk mengikuti orang tua menjalani bisnis Rumah makan. Sebenarnya aku nggak mau ikut, karena harus pindah sekolah, dan harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Nama ku Sukma Elisa, anak pasangan dari Bapa Erik dan  Ibu Risma.

Setelah sampai di rumah baru kami, kami langsung membereskan ruangan yang akan kami pakai, rumah kami sekarang lebih besar daripada rumah kami yang dulu. Rumah kami yang baru sekarang ini, memilki lantai 3 an lumayan luas. Pekerjaan rumah kami terasa ringan karena dibantu oleh saudara ku yang tinggal 4 rumah sebelum rumah kami. Saudara ku bernama Bibi Sri an anaknya bernama Laela, ia sekarang kelas 2 menengah pertama an juga adiknya yang bernama Izul yang sekarang kelas 4 sekolah dasar.

Setelah selesai semua, kami pun makan bersama untuk melepas penat yang melanda selama 1 jam itu. “Oh ya gimana tadi perjalannya?” tanya Bibi Sri kepaa Ibuku. “Oh lancar kok” Ucap ku sambil tersenyum. “Kalau Sukma nanti mau sekolah dimana?” “Oh aku belum tahu, kau tahu dimana sekolah terdekat disini?” “Kalau sekolah terdekat disini ada SMAN 72 Jakarta, jaraknya dekat dari Stasiun kok”. “Oh begitu, Sukma nanti kamu kan sekolah isitu, besok lusa Ibu akan antar kamu kesana, kamu setuju kan”. Kata ibu kepaa ku, an aku pun hanya mengangguk saja, dan segera menghabiskan makanan ku. Setelah makan aku kekamarku yang ada dilantai 2, yang dikhususkan untukku. Karena aku anak semata wayang jadi aku diperlakukan istimewa. Aku langsung merebahkan badanku ke kasur yang empuk ini. “Nyaman nya,” Gumamku langsung memeluk bantal guling yang ada disebelahku, lalu aku pun tertidur lelap akibat kelelahan tadi.

Kemarin Ibu ku pergi kesekolah yang disebutkan Bibi Sri itu. Kata Ibu aku diterima dan sudah bisa bersekolah mulai minggu depan, karena aku belum mempunyai seragam sekolah tersebut.Ibu juga berpesan agar aku berhati-hati memilih teman. Agar aku tidak salah melangkah nantinya, dan juga karena ini kota Jakarta bukan lagi kota yang bisa aku tinggal sebelumnya.

Hari pertama aku sekolah, aku diantar oleh Ayah, sekalian Ayah mencari pekerjaan tambahan. Sementara Ibu sedang bersiap untuk memulai bisnis Rumah makan, dibantu oleh Bibi ku. “ Ayah, aku masuk dulu, Assalamualaikum” Ucapku kepada Ayah sambil bersalaman. “Iya, jaga baik-baik dirimu, kalau ada yang macam-macam, pakai saja jurus yang sudah ayah ajarkan, ya” Kata Ayah ku. “Sipp, yah” Jawab ku seraya memasuki pintu gerbang sekolah. Lalu Ayah pun menancapkan gas motor maticnya, meninggalkan sekolah putrinya.
Aku pun melangkah keluar Ruangan Kepala Sekolah, kata Kepsek aku masuk kelas 11 IPA 3. Langsung saja aku menuju arah yang sudah diberitahu oleh kepsek, kelasnya ada di lantai 2 sebelum ruang laboratorium sekolah. Ternyata didepan kelas sudah ada guru yang menunggu diluar, sepertinya sedang menunggu ku. “Apa kamu anak baru, kelas ini” Tanya Guru yang ada dihadapan ku, kulihat name tag nya Rumi Yulia. “Iya, Bu, nama Saya ...” “Nanti saja perkenalannya di kelas, sekarang kita masuk saja” Kata Ibu Rumi sambil memasuki kelas dan aku ada dibelakangnya.

“Anak-Anak ini ada teman baru kalian, tolong perhatikan dia mau memperkenalkan dirinya”. Aku pun percaya diri memperkenalkan diriku. “ Perkenalkan Nama saya Sukma Elisa, saya pindahan dari Cirebon, Semoga kita berteman baik, Terima kasih” Kata ku sambil tersenyum. “Beri salam untuk teman baru kita seperti biasa” kata Ibu Rumi. Lalu semua siswa berdiri dan mengucapkan kata “Selamat datang di kelas kami, Semoga kamu betah, dan berteman baik dengan kami” secara bersamaan, ya meskipun ada yang terlihat tidak bersemangat. “ Oke, silahkan kamu duduk dikursi yang kosong”. Kata Ibu Rumi mempersilahkan ku duduk. Aku lihat disebelah gadis yang memiliki rambut pendek sebahu itu sendiri, aku bertanya apa aku boleh duduk sebangku dengannya, dan dia membolehkannya. “Kita lanjutkan lagi belajarnya setelah istirahat” Kata Bu Rumi sambil berlalu meninggalkan kelas.

“Nama ku ...” Ucapku tapi terpotong dengan suara lelaki yang ada didepan ku “ Sukma Elisa, kan, kenalin nama gue Verrel Bramasta, panggil aja Verrel.” Kata lelaki yang bernama Verrel itu. Aku mengabaikan dia dan menatapnya bingung karena aku mau berkenalan dengan teman sebangku ku bukan dengannya. Aku lihat memasang wajah yang sedikit terlihat kesal karena aku mengabaikannya “ Nama ku Sukma Elisa, nama kamu siapa?” tanya ku kepada teman sebangku seraya mengulurkan tanganku. “Aku Sarah Amiranti” Kata Sarah menerima uluran tanganku sambil tersenyum. “Senang bertemu dengan mu” Aku pun tersenyum. “Gue juga, jangan kaku banget gini dong, gue gak biasa ngomong kek gitu, gue laper nih, mau kekantin gak?, sekalian keliling sekolah mau gak?” jawab Sarah dengan bahasa yang biasa kulihat yang hanya ada di tv, kemudian Sarah mengajakku untuk kekantin dan berkeliling sekolah. Aku kira itu ajakan yang sangat tepat untuk mengenal lingkungan sekolah ini.”Oh Iya, ide bagus tuh” Jawab ku dan aku langsung mengikuti Sarah keluar kelas.
Verrel yang dari tadi dicuekin, merasa kesal kepada mereka berdua. “Untung aja mereka perempuan, kalo bukan udah abis tuh mereka” Ucap Verrel kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.

Setengah perjalanan, Aku dan Sarah, menuju lapangan basket. Kami pun duduk dibangku penonton, yang kebetulan sedang ada pertandingan basket. “ Itu yang nomor punggung 07, dia itu ketua osis kita sekaligus kapten tim basket, namanya Teuku Rassya” Ucap Sarah sedikit berteriak agar terdengan olehku, karena disini sangat berisik dengan sorak sorai cheerleader dan para penonton. Aku pun hanya ber”OH” ria saja karena tidak bisa melihat dengan jelas, karena mata sedikit minus. “Yang nomor punggungnya 00, dia pacar gue, namanya Saka Aditya” Kata Sarah dan akui hanya mengangguk mengerti. Setelah pertandingan selesai, Aku mengikuti Sarah yang membawa air mineral, aku tebak dia akan memberikannya ke pacarnya. Benar saja, dia memberikannya buat Saka, dan aku hanya tersenyum melihat Sarah yang bertingkah manja didepan pacarnya. “Kenalin nih, temen baru aku, Sukma namanya, Sukma ini Saka” Ucap Sarah memperkenalkan ke kepada Saka. “ Sukma “ “ Saka “ Ucapku sambil berjabat tangan begitu juga Saka. “Kenalin juga nih, temen gue, Rassya “ Ucap Saka memperkenalkan Rassya yang ada disampingnya. Aku mengulurkan tangan dan tersenyum kepada Rassya, dia menerima uluran tanganku dan tersenyum juga. “Sukma Elisa” “Teuku Rasya” sekilas tatapan kami bertemu, tidak lama kami pun melepaskan tangan satu sama lain, dikarenakan deheman dari Saka & Sarah yang merasa seperti obat nyamuk. Akhirnya suasana jadi kikuk karena mereka. Aku memutuskan untuk mengajak Sarah masuk kelas. “ Kayaknya udah masuk deh, ayo kita ke kelas” Ajak ku seraya menarik Sarah meninggalkan Rassya dan Saka. Terlihat Rassya sedikit tersenyum kearah Sukma, dan Saka yang melihatnya hanya menepuk pundaknya agar segera berganti baju.

Jam menunjukkan pukul 14.30 wib, Aku keluar sekolah menuju ke pintu gerbang sekolah dengan Sarah. Sarah sudah ada yang menjemputnya yaitu Saka. “Sukma, gue duluannya” Kata Sarah seraya melambaikan tangannya. “ iya, hati-hati” kata ku sambil melambaikan tangan juga. Aku melangkah menuju halte bus terdekat, setelah sampai dihalte, Aku duduk menunggu bus datang. Tak lama kemudian datang, seorang bermotor merk ternama menghampiri ku. Ternyata yang menghampiriku adalah Rassya, dia pun turun dari motornya sambil membuka helmnya. Lalu dia duduk disamping ku. “Lagi nunggu bus?” “iya, kalau kamu?” “Aku, aku Cuma mau ngobrol aja sama kamu”. Aku yang mendengar jawaban Rassya hanya diam tanpa membalasnya. Tanpa basa-basi Rassya langsung mengajak Sukma untuk pulang bersama. “Ah, ngga usah, aku bisa naik bus aja nanti”. “Ayolah, aku ingin ngobrol banyak dan kenal lebih deket sama kamu” pinta Rassya kepadaku. Aku menerima ajakan Rassya tersebut, kupikir itu ajakan yang baik untukku. Rassya memberikan 1 helm untukku, dan Rassya pun menjalankan mesin motornya, aku pun langsung duduk dibelakangnya, Rassya segera melajukan motornya meninggalkan halte. Aku tersentak ketika Rassya menancapkan gas motornya, dan refleks saja aku langsung memeluk Rassya agar aku tidak terjengkang kebelakang. Rassya yang sadar hanya tersenyum mendapat pelukan dari Sukma, dan terus menambahkan kecepatannya agar Sukma tidak melepaskan pelukannya.

15 menit perjalanan, akhirnya sampai juga didepan gerbang rumahku. Sukma turun dari motor dan melepaskan helm yang dipakainya tadi dan memberikannya kepada Rassya, Rassya juga melakukan hal yang sama. “Terima kasih ya, atas tumpangannya” kata ku kepada Rassya. “Iya, sama-sama” jawab Rassya sambil terus menatap Sukma. “Oh iya, kalau kami minat kamu bisa datang ke rumah makan ku, ini alamatnya” kata Sukma sambil memberi kartu nama yang dia ambil dari tas nya. Rassya menerima kartu nama dari Sukma. “Kalau begitu, aku masuk dulu ya” pamit Sukma, tapi belum juga melangkahkan kaki Rassya memegang tangan ku. Aku pun menoleh dan lagi-lagi mata kami bertemu & jujur saja itu membuat hatiku berdegup kencang.
“Kalau begitu, apa boleh aku menemui setiap saat?” tanya Rassya kepadaku.

To Be Continued ...
Last but not least, review juseyo, or comment .