~If
You~
Teuku Rassya
Sukma Elisa
Verrel Bramasya
And Other
Hari ini kepindahan ku ke Jakarta. Untuk mengikuti orang tua menjalani bisnis
Rumah makan. Sebenarnya aku nggak mau ikut, karena harus pindah sekolah, dan harus beradaptasi lagi dengan lingkungan
baru. Nama ku Sukma Elisa, anak pasangan dari Bapa Erik dan Ibu Risma.
Setelah
sampai di rumah baru kami, kami langsung membereskan ruangan yang akan
kami pakai, rumah kami sekarang lebih besar daripada rumah kami yang dulu. Rumah kami yang baru
sekarang ini, memilki lantai 3 an lumayan luas. Pekerjaan rumah kami terasa
ringan karena dibantu oleh saudara ku yang tinggal 4 rumah
sebelum rumah kami. Saudara ku bernama Bibi Sri an anaknya bernama Laela, ia sekarang
kelas 2 menengah pertama an juga adiknya yang bernama Izul yang
sekarang kelas 4 sekolah dasar.
Setelah
selesai semua, kami pun makan bersama untuk melepas penat yang melanda selama 1 jam itu. “Oh ya gimana tadi
perjalannya?” tanya Bibi Sri kepaa Ibuku. “Oh lancar kok” Ucap ku sambil
tersenyum. “Kalau Sukma nanti mau sekolah dimana?”
“Oh aku belum tahu, kau tahu dimana sekolah terdekat disini?” “Kalau sekolah terdekat disini ada SMAN 72 Jakarta, jaraknya dekat dari Stasiun kok”. “Oh begitu, Sukma nanti kamu kan sekolah
isitu, besok lusa Ibu akan antar kamu kesana, kamu setuju kan”. Kata ibu kepaa
ku, an aku pun hanya mengangguk saja, dan segera menghabiskan
makanan ku. Setelah makan aku kekamarku yang ada dilantai 2, yang dikhususkan untukku. Karena
aku anak semata wayang jadi aku diperlakukan
istimewa. Aku langsung merebahkan badanku ke kasur yang empuk
ini. “Nyaman nya,” Gumamku langsung memeluk bantal guling yang ada disebelahku, lalu aku pun tertidur lelap akibat kelelahan tadi.
Kemarin
Ibu ku pergi kesekolah yang disebutkan Bibi Sri itu. Kata
Ibu aku diterima dan sudah bisa bersekolah mulai minggu depan, karena aku belum mempunyai
seragam sekolah tersebut.Ibu juga berpesan agar aku
berhati-hati memilih teman. Agar aku tidak salah melangkah nantinya,
dan juga karena ini kota Jakarta bukan lagi kota yang bisa aku tinggal sebelumnya.
Hari
pertama aku sekolah, aku diantar oleh Ayah, sekalian
Ayah mencari pekerjaan tambahan. Sementara Ibu sedang
bersiap untuk memulai bisnis Rumah makan, dibantu
oleh Bibi ku. “ Ayah, aku masuk dulu, Assalamualaikum” Ucapku
kepada Ayah sambil bersalaman. “Iya, jaga baik-baik dirimu, kalau ada yang macam-macam, pakai
saja jurus yang sudah ayah ajarkan, ya” Kata Ayah ku. “Sipp, yah” Jawab ku seraya
memasuki pintu gerbang sekolah. Lalu Ayah pun menancapkan gas motor maticnya,
meninggalkan sekolah putrinya.
Aku pun
melangkah keluar Ruangan Kepala Sekolah, kata Kepsek aku masuk kelas 11 IPA 3.
Langsung saja aku menuju arah yang sudah diberitahu
oleh kepsek, kelasnya ada di lantai 2 sebelum ruang laboratorium sekolah. Ternyata didepan kelas sudah ada guru
yang menunggu diluar, sepertinya sedang menunggu ku. “Apa kamu
anak baru, kelas ini” Tanya Guru yang ada dihadapan ku, kulihat name tag nya Rumi Yulia. “Iya, Bu, nama Saya
...” “Nanti saja perkenalannya di kelas, sekarang kita masuk
saja” Kata Ibu Rumi sambil memasuki kelas dan aku ada dibelakangnya.
“Anak-Anak
ini ada teman baru kalian, tolong perhatikan dia mau
memperkenalkan dirinya”. Aku pun percaya diri memperkenalkan diriku. “ Perkenalkan Nama saya Sukma Elisa, saya pindahan dari Cirebon, Semoga kita berteman baik, Terima kasih” Kata ku
sambil tersenyum. “Beri salam untuk teman baru kita seperti biasa” kata Ibu Rumi. Lalu semua siswa berdiri dan mengucapkan kata “Selamat datang di kelas kami, Semoga kamu betah, dan
berteman baik dengan kami” secara bersamaan, ya meskipun ada yang
terlihat tidak bersemangat. “ Oke, silahkan kamu duduk dikursi yang kosong”. Kata Ibu Rumi mempersilahkan ku duduk. Aku lihat disebelah gadis yang memiliki rambut pendek sebahu
itu sendiri, aku bertanya apa aku boleh duduk sebangku dengannya, dan dia membolehkannya. “Kita lanjutkan lagi belajarnya setelah
istirahat” Kata Bu Rumi sambil berlalu meninggalkan kelas.
“Nama ku
...” Ucapku tapi terpotong dengan suara lelaki yang ada didepan ku “ Sukma Elisa, kan, kenalin nama gue Verrel Bramasta,
panggil aja Verrel.” Kata lelaki yang bernama Verrel itu. Aku mengabaikan dia dan menatapnya bingung karena aku mau berkenalan dengan teman sebangku ku bukan dengannya.
Aku lihat memasang wajah yang sedikit terlihat kesal karena
aku mengabaikannya “ Nama ku Sukma Elisa, nama kamu siapa?” tanya ku kepada teman sebangku seraya mengulurkan tanganku. “Aku Sarah
Amiranti” Kata Sarah menerima uluran tanganku sambil tersenyum. “Senang bertemu
dengan mu” Aku pun tersenyum. “Gue juga, jangan kaku banget gini dong, gue gak biasa ngomong kek gitu, gue laper nih, mau kekantin
gak?, sekalian keliling sekolah mau gak?” jawab Sarah dengan
bahasa yang biasa kulihat
yang hanya ada di tv,
kemudian Sarah mengajakku untuk kekantin dan
berkeliling sekolah. Aku kira itu ajakan yang sangat tepat untuk mengenal
lingkungan sekolah ini.”Oh Iya, ide bagus tuh” Jawab ku dan aku langsung mengikuti Sarah keluar kelas.
Verrel
yang dari tadi dicuekin, merasa kesal kepada mereka berdua. “Untung aja mereka perempuan, kalo bukan udah abis tuh mereka” Ucap Verrel kesal sambil mengepalkan
kedua tangannya.
Setengah perjalanan, Aku dan Sarah, menuju lapangan
basket. Kami pun duduk dibangku penonton, yang kebetulan sedang ada pertandingan basket. “ Itu yang nomor punggung 07, dia itu ketua osis kita sekaligus kapten tim basket, namanya
Teuku Rassya” Ucap Sarah sedikit berteriak agar terdengan olehku, karena disini sangat berisik dengan sorak sorai cheerleader dan para
penonton. Aku pun hanya ber”OH” ria saja karena tidak bisa
melihat dengan jelas, karena mata sedikit
minus. “Yang nomor punggungnya 00, dia pacar gue, namanya Saka Aditya” Kata Sarah dan akui hanya mengangguk
mengerti. Setelah pertandingan selesai, Aku mengikuti
Sarah yang membawa air mineral, aku tebak dia akan
memberikannya ke pacarnya. Benar saja, dia memberikannya buat Saka, dan aku hanya tersenyum melihat Sarah yang bertingkah manja didepan pacarnya. “Kenalin nih, temen baru aku, Sukma namanya,
Sukma ini Saka” Ucap Sarah memperkenalkan ke kepada Saka. “
Sukma “ “ Saka “ Ucapku sambil berjabat tangan begitu juga Saka. “Kenalin juga
nih, temen gue, Rassya “ Ucap Saka memperkenalkan Rassya yang ada disampingnya. Aku mengulurkan tangan dan
tersenyum kepada Rassya, dia menerima uluran tanganku dan tersenyum juga. “Sukma Elisa” “Teuku Rasya” sekilas tatapan
kami bertemu, tidak lama kami pun melepaskan tangan satu sama lain, dikarenakan deheman dari Saka
& Sarah yang merasa seperti obat nyamuk. Akhirnya suasana jadi kikuk karena mereka. Aku memutuskan untuk mengajak Sarah masuk
kelas. “ Kayaknya udah masuk deh, ayo kita ke kelas” Ajak
ku seraya menarik Sarah meninggalkan Rassya dan Saka.
Terlihat Rassya sedikit tersenyum kearah Sukma, dan Saka
yang melihatnya hanya menepuk pundaknya agar segera berganti
baju.
Jam menunjukkan pukul 14.30 wib, Aku keluar sekolah menuju ke
pintu gerbang sekolah dengan Sarah. Sarah sudah ada yang
menjemputnya yaitu Saka. “Sukma, gue duluannya” Kata Sarah seraya
melambaikan tangannya. “ iya, hati-hati” kata ku sambil melambaikan tangan
juga. Aku melangkah menuju halte bus terdekat, setelah sampai dihalte, Aku duduk
menunggu bus datang. Tak lama kemudian datang,
seorang bermotor merk ternama menghampiri ku. Ternyata yang menghampiriku adalah Rassya, dia pun turun dari motornya sambil membuka helmnya. Lalu dia duduk disamping ku. “Lagi nunggu bus?” “iya, kalau kamu?” “Aku, aku
Cuma mau ngobrol aja sama kamu”. Aku yang mendengar
jawaban Rassya hanya diam tanpa membalasnya. Tanpa basa-basi Rassya langsung mengajak
Sukma untuk pulang bersama. “Ah, ngga usah, aku bisa naik bus aja nanti”.
“Ayolah, aku ingin ngobrol banyak dan kenal lebih deket sama kamu” pinta Rassya kepadaku. Aku
menerima ajakan Rassya tersebut, kupikir itu ajakan yang baik untukku. Rassya
memberikan 1 helm untukku, dan Rassya pun menjalankan
mesin motornya, aku pun langsung duduk dibelakangnya, Rassya segera melajukan motornya meninggalkan
halte. Aku tersentak ketika Rassya menancapkan gas motornya, dan refleks saja aku langsung memeluk Rassya agar aku tidak terjengkang kebelakang. Rassya yang sadar hanya
tersenyum mendapat pelukan dari Sukma, dan terus menambahkan kecepatannya agar Sukma tidak melepaskan pelukannya.
15 menit perjalanan, akhirnya sampai juga didepan gerbang rumahku. Sukma turun dari motor
dan melepaskan helm yang dipakainya tadi dan memberikannya kepada Rassya, Rassya juga
melakukan hal yang sama. “Terima kasih ya, atas tumpangannya” kata ku kepada Rassya. “Iya, sama-sama” jawab Rassya sambil terus menatap
Sukma. “Oh iya, kalau kami minat kamu bisa datang ke
rumah makan ku, ini alamatnya” kata Sukma sambil memberi kartu nama yang dia ambil dari tas nya. Rassya menerima
kartu nama dari Sukma. “Kalau begitu, aku masuk dulu ya”
pamit Sukma, tapi belum juga melangkahkan kaki Rassya memegang tangan ku. Aku
pun menoleh dan lagi-lagi mata kami bertemu & jujur saja itu membuat hatiku
berdegup kencang.
“Kalau begitu, apa boleh aku menemui setiap saat?” tanya Rassya
kepadaku.
To Be Continued ...
Last but not least, review juseyo, or comment .